Tidak sedikit pabrik nakal di Kecamatan
Citeureup, Kabupaten Bogor, yang membuang limbah ke aliran sungai. Padahal,
musim kemarau berdampak pada sulitnya air bersih dan memaksa masyarakat kembali
menggunakan air sungai.
“Tapi, kami juga tidak bisa menggunakan air kali,
karena sungai menjadi tempat pembuangan limbah pabiri-pabir yang ada di daerah
kami,” ujar Yayah (52) warga RT 2/ 1, Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup,
Selasa (1/9/2015).
Sepanjang aliran sungai yang ada di Citeureup
mulai dari Kali Cijere sampai ke Jembatan Kali Situgede, air sungai berubah
menjadi berwana merah dan beraroma bau tidak sedap. “Kami tidak berani
menggunakan air sungai lagi. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat
membeli air gallon,” katanya.
Banyak warga mengatakan, air sungai mulai berubah
warna dan beraroma sejak musim kemarau dimulai. Masyarakat menduga beberapa
pabrik yang berada dibantaran sungai itulah yang membuat kali penghudupan warga
jadi merah dan bau.
“Banyak pabrik dialiran sungai Cijere hingga
Situgede, membuang limbah kesungai. Tapi kami tidak berani menegur, kami hanya
berharap pemerintah yang turun tangan. Pemerintah harus turun kelapangan biar
tahu kondisi air sungai yang terkena limbah,” imbuh Saeful Bahri (19).
Hasil penelusuran wartawan Publik Bogor, terdapat pipa
besar milik perusahaan PT.IJ Global, diduga membuang limbah ke aliraan sungai.
Hal itupun dibenarkan satpam perusahaan garmen itu. “Memang betul, itu karena
pipa pembuangan limbahnya bocor. Baru semalam kejadiannya,” kata karyawan PT.IJ
Global itu. *** Radar Bogor
Belum ada komentar "Banyak Pabrik Buang Limbah ke Sungai"
Posting Komentar