Adanya penebangan kayu liar (ilegal loging) di
Kabupaten Banggai Ibu Kota Luwuk Propinsi Sulawesi Tengah makin marak, diduga
adanya kerjasama pihak Dinas Kehutanan Kabupaten Banggai yang kurang disiplin
mengawasi kegiatan para mafia ilegal loging. Bila tidak cepat dihentikan Binsil
yang terdiri dari Desa Malik, Binsil dan terutama Desa Binsil akan mengalami
logsor secara sistematik.Sementara kegiatan penebangan kayu hutan, secara terus
menerus tanpa reklamasi atau penghijauan mengembalikan kondisi hutan sebagai
mana sebelum penebangan, kalu dibiarkan begini akan menimbulkan bahaya banjir
dan longsor mengarah pada ambrolnya Desa Malik.
Seperti yang diketahui atau dianalisa oleh salah
satu media lokal, bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat dan LSM,
menunjukan bahwa kondisi hutan di Binsil dalam posisi mengkhawatirkan.
Sementara masyarakat telah mengadu ke pemerintah setempat, namun tidak ada
kebijakan yang memihak rakyat, artinya pemilik modal yang sudah lima tahun
menebang masih diatas angin, kipas kipas dengan keuntungan yang berlipat ganda.
“Situasi dan kondisi alam Binsil di Kecamatan Bua
Lemo, Kabupaten Banggai, mulai rusak setelah adanya penebangan kayu yang
dilakukan PT. BALANTAK RIMBA REJEKI sehingga masyarakat sangat resah karena
sumber air mereka kotor dan tercemar,” kata sumber yang dapat dipercaya.
“Selain terusik hutan di Desa Binsil Kecamatan
Bualemo, Kabupaten banggai ibukota Luwuk Provinsi Sulawesi Tengah, diawal dan
dimulai pada tahun 2005 silam, ketika itu sebuah perusahaan waralaba yang
berlebel PT. Balantak Rimba Rejeki (BRR), mulai mengekspolarasi kayu- kayu
hutan, kemudian menggandeng dan bekerja sama PT. CENTRAL SULAWESI dan join
pengangkutan dengan PT. DAHATAMA ( DHT),” ungkap sumber tadi.
Berkaitan dengan limbah kayu semua terbuang
kesungai begitu saja, kata dia, ini menimbulkan tercemarnya air sungai oleh
limbah kayu dan sedikitnya tiga sungai diantaranya Sungai Monto Montoi, Saiong
serta Sungai Malik yang juga merupakan sumber air utama warga, sudah tidak bisa
di pakai lagi karena keruh dan berbau.*** Sumber : Tabloid Investigasi Berita Nasional
(http://binpers.com/2015/01/maraknya-penebangan-liar-di-banggai/)
Belum ada komentar "Maraknya Penebangan Liar di Banggai, Sulawesi Tenggara"
Posting Komentar